Jumat, 14 Juni 2013

PENOKOHAN SINOPSIS NOVEL "BERKAH DI UJUNG PENANTIAN'


BERKAH DI UJUNG PENANTIAN

            Seorang Dokter muda yang cantik yang bernama Zulaikha mengadakan kegiatan Bakti Sosial di sebuah Panti Werda/Jompo. Wanita yang berusia 27 tahun itu berperawakan ideal antara tinggi dan berat badannya. Kulitnya kuning langsat, hidungnya bagus. Bibirnya merah alami. Dengan hijab yang modis, menambah nilai plus baginya. Dia dipertemukan  dengan seorang laki-laki lansia bernama Pak Ahmad yang mempunyai penyakit tekanan darah tinggi. Laki-laki yang kurus dan rambutnya yang sudah putih semua tersebut sering berkeluh kesah tentang penyakitnya dan  sering curhat kepada Zulaikha akan nasibnya yang mempunyai anak laki-laki yang tega menelantarkan dan menyuruh Pak Ahmad tinggal di Panti Werda.
            Pak Ahmad tersentuh hatinya akan sikap dan watak Zulaikha yang lembut dan santun. Pembawaan Zulaikha yang tenang dan anggun menciptakan sebuah kepercayaan.. Sampai-sampai Pak Ahmad menyerahkan buku hariannya kepada Zulaikha. Dari buku harian tersebut Zulaikha mengetahui kalau ada riwayat ibu angkatnya menjadi bagian dari cerita hidup Pak Ahmad.
            Zulaikha bolak-balik antara  puskesmas tempat ia kerja, panti jompo dan ke rumah karena ibunya sedang sakit pengapuran tulang di kakinya yang mengakibatkan ibunya yang bernama Fatimah kesulitan untuk berjalan. Fatimah adalah ibu angkat Zulaikha yang merawatnya sejak usia 1 tahun. Suatu kesempatan, Zulaikha bercerita kepada Fatimah tentang Pak Ahmad  dan kisah dalam buku harian Pak Ahmad yang ada cerita dan foto ibunya . Akhirnya terungkaplah sebuah cerita bahwa Pak Ahmad dengan Bu Fatimah pernah menikah. Bu Fatimah menolak untuk dipoligami dengan alasan untuk mendapat keturunan karena pada saat itu telah mengangkat anak dari panti asuhan yaitu Zulaikha.
            Seorang Dokter Khusus Penyakit Dalam salah satu teman tim bakti sosial di Panti Werda jatuh hati pada Zulaikha. Namanya Yusuf. Dokter yang cakep dan maskulin menambah daya tarik para wanita kepadanya. Namun Zulaikha menolaknya karena kawatir tidak semua orangtua yang bisa menerima menantu yang tidak diketahui asalnya karena Zulaikha menyadari bahwa dia anak  yang dipungut dari Panti Asuhan. Zulaikha memendam rasa bahwa ia juga suka kepada Yusuf.
            Selain Zulaikha, ada yang diam-diam mencintai Yusuf. Dia adalah teman Zulaikha yang bekerja pada Rumah Sakit yang sama dengan Yusuf. Namanya Amanda. Dokter Gizi yang selalu ceria dan supel. Amanda terkenal vegetarian. Berbeda dengan Zulaikha yang suka makan ikan nila dan lalapan daun selada. Tabiat Zulaikha yang suka molor menarik perhatian Yusuf. Dokter yang suka lagu pop melankolis itu suka senyum-senyum sendiri ketika melihat Zulaikha suka tertidur di sembarang tempat.
            Suatu saat Pak Ahmad mengalami sakit keras. Zulaikha hendak mempertemukannya dengan ibunya, Fatimah. Pada mulanya ibunya menolak namun karena Zulaikha terus menghiba akhirnya luluhlah hati ibunya. Zulaikha juga mengabari anak Pak Ahmad yang bernama Herman. Seorang pengusaha mebel yang giat bekerja dan tak kenal waktu. Herman berperawakan agak gemuk namun tampan dan suka menggoda wanita lain meskipun dia sudah beristri. Style-nya yang modern membawanya ke hoby shoping. Karena melihat Zulaikha yang cantik, akhirnya Herman mau menemui bapaknya, Pak Ahmad. Sebuah pertemuan yang membawa  keikhlasan, ketenangan dan kedamaian antara Pak Ahmad dan Bu Fatimah. Suasana yang mengharu biru. Bagaimanapun juga mereka pernah bersatu dalam cinta dan dalam sebuah ikatan suci antara keduanya dengan Allah SWT. Hari yang  cerah menjadi saksi kelanjutan hubungan antara pak Ahmad dan bu Fatimah serta Zulaikha dan Yusuf dalam meniti hari dan merajut masa depan.@
                       

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar